
Buku ini ditulis salah satu alasannya adalah ingin mengembalikan atau.....
mengingatkan kembali makna ibadah yang mungkin lebih proporsional. Oleh banyak orang, ibadah cenderung diartikan sebatas ritus-ritus penyembahan seraya mengabaikan inti dan hakikat dari ritus-ritus itu sendiri. Sehingga ketika kita mempraktikan tindakan-tindakan ibadah, ibadah itu sendiri telah kehilangan makna dan ruhnya.
Editor’s Note
Sebagian orang mungkin tidak lagi meragukan bahwa tujuan penciptaan manusia dan tujuan misi para Nabi memiliki arah yang sama, yaitu beribadah hanya kepada-Nya. Akan tetapi yang perlu dicermati adalah bahwa tujuan penciptaan manusia oleh Sang Pencipta tidak kembali pada Sang Pencipta, melainkan justru kepada manusia itu sendiri.
Karena, bagaimana pun juga Allah Yang Maha Sempurna tidak membutuhkan kepada apa pun dan siapa pun, sehingga perintah ibadah kepada-Nya hakikatnya semata-mata demi kemaslahatan manusia itu sendiri, yaitu demi kesempurnaan manusia.
QUITO RIANTORI MOTINGGO, adalah putera sulung novelis Motinggo Busye, lahir tanggal 30 April 1963 di Jakarta.
- Belajar di Pesantren Modern Darus Salam Gontor Tahun 1978 sampai 1980, juga di LPBA (Lembaga Pengajaran Bahasa Arab Sekarang LIPIA), sambil sekolah di SMAN VI Bulungan Jakarta. Setelah tamat SMA ia melanjutkan studinya di Universitas Trisakti, Teknologi Industri, Jurusan Mesin.
- Pernah menulis artikel beberapa kali di Buletin Al-Jawad, dan Al-Tanwir.
- Pernah menulis skenario, skenarionya Karina pernah ditayangkan Trans TV.
- Buku pertamanya diterbitkan Penerbit Hikmah, berjudul : Dzikir Menyingkap Kesadaran Ruhani, yang ditulisnya bersama ayahnya , Motinggo Busye, menjelang ayahnya wafat.
- Buku keduanya Keajaiban Cinta, diterbitkan tahun 2004 oleh penerbit yang sama.
Spesifikasi Buku
ID: 998110608
ISBN: 9789792796858
Target Pengguna: Seluruh umat muslim
Editor: Chandra
Harga: Rp. 64.800
Ukuran: 14 X 21 Cm
Cover: Soft Cover + Kuping + Rel
Tebal: 364
Terbit: 23-Mar-11
Media: QUANTA
Kelompok: BUKU ISLAM
Kategori: REFERENSI
Jalan Penghambaan
Sabtu, April 23, 2011, Posted by Andrie Poernomo, No Comment

